14 Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan

14 Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan

anak muntah mabuk perjalanan

Cara mengatasi mabuk perjalanan perlu diketahui jika anda sering bepergian. Karena salah satu alasan orang tidak ingin naik pesawat mungkin disebabkan oleh karena mabuk perjalanan. Sakit merupakan salah satu masalah yang sering timbul bagi para penikmat wisata. Tentu suatu hal yang sangat mengganggu. Terus bagaimana strategi mengatasi mabuk perjalanan ini ? Tips berikut bisa jadi akan bantu memecahkan mabuk selama perjalandi mobil atau pesawat

Perjalanan mengendarai transportasi darat, laut, dan udara tentu menjadi tidak menyenangkan jika tiba-tiba Anda mengalami mabuk perjalanan. Mabuk perjalanan terjadi karena disebabkan banyak faktor. Di antaranya pengemudi yang ugal-ugalan, jalanan yang bergeronjal, mesin kendaraan kasar, kapal yang dihantam gelombang, pesawat yang melintasi awan, atau daya tahan tubuh yang sedang tidak fit. Atau apapunΒ  yang membuat tubuh menjadi tidak nyaman.

Faktor-faktor tersebut membuat guncangan yang tidak stabil pada tubuh. Jika ini terjadi secara terus menerus, maka kemungkinan tubuh tidak kuat menahannya. Akibatnya, Anda akan mengalami mabuk perjalanan. dengan gejala, mual, pusing mau muntah dan badan lemas-lemas.
Tips berikut ini bisa Anda praktikkan untuk menghindari mabuk perjalanan, baik di saat Anda menggunakan transportasi darat, laut, maupun udara:

  1. Β Upayakan melemparkan pandangan ke luar kendaraan. Berusahalah menikmati pemandangan tersebut;
  2. Berusaha untuk makan dan minum yang cukup sebelum bepergian. Keadaan perut yang kosong sangat rentan menyebabkan mabuk perjalanan;
  3. Sebisa mungkin menghindari bau-bauan yang menyengat dan bisa menyebabkan mual;
  4. Hindari membaca buku ketika laju kendaraan tidak stabil. Yakni saat berada di jalan yang berliku ataupun ketika menghadapi guncangan. Upayakan saat membaca tidak berada dalam fokus yang tetap serta jarak yang pendek. Hindari pula membaca dalam jangka waktu yang terlalu lama;
  5. Pastikan sirkulasi udara di dalam kendaraan bisa berjalan dengan baik. Hindari adanya asap rokok selama perjalanan;
  6. Hisaplah permen jahe atau peppermint untuk mengurangi rasa mual di perut;
  7. Hindari melakukan banyak aktifitas di dalam kendaraan semisal berjalan mondar-mandir;
  8. Hindari minuman dan makanan yang mengandung asam, minyak, dan lemak yang tinggi;
  9. Kurangi ngobrol selama dalam perjalanan;
  10. Sebelum berangkat meminum obat anti mabuk sebagaimana yang disarankan dokter;
  11. Jika rasa mual sudah tidak bisa ditahan, sebaiknya segera dimuntahkan. Biasanya setelah muntah kondisi badan bisa lebih membaik; Bersihkan segera sisa-sisa muntahan ini. Karena bau muntahan akan memicu kembali rasa mual dan muntah.
  12. Upayakan kondisi perut tidak terlalu kenyang. Kalau kondisi perut penuh dia mudah sesak dan bila kondisi kendaran goyang, bisa jadi akan menekan lambung dan mengakibatkan gangguan lambung. Salah satu akibatnya mual hingga muntah.
  13. Pilihlah posisi tempat duduk yang membuat Anda merasa nyaman;
  14. Putarlah musik kesayangan Anda dengan volume yang tidak terlalu keras;
  15. Jika perjalanan Anda memakan waktu yang lama, upayakan ada waktu untuk beristirahat sejenak. Waktu yang dianjurkan adalah tiap 2 jam berhenti minimal 15 menit. Lakukan peregangan otot dan anggota tubuh. Senam kecil sangat membantu melemaskan ketegangan badan. Ini juga akan meningkatkan konsentrasi selama perjalanan.

Dengan menerapkan beberap tips diatas, diharapkan perjalanan anda akan nyaman dan terhindar dari gangguan mabuk. Apalagi kalau naik pesawat, diatas ketinggian anda tidak mungkin minta berhenti untuk beristirahat. Jadi usahakan persiapkan diri anda bagaimana cara agar terhindar dari mabuk perjalanan ini.

Info Terkait :

15 Comments

  1. Anonim 15 November , 2011 Reply
  2. Anonim 21 Desember , 2011 Reply
  3. Anonim 28 Desember , 2011 Reply
  4. Anonim 18 April , 2012 Reply
  5. Anonim 21 April , 2012 Reply
  6. Anonim 14 Juni , 2012 Reply
  7. Anonim 30 Juni , 2012 Reply
  8. Anonim 6 Juli , 2012 Reply
  9. Anonim 13 Agustus , 2012 Reply
  10. Anonim 19 Agustus , 2012 Reply
  11. fadli 5 November , 2012 Reply
  12. chaca dwi cahya 14 April , 2013 Reply
  13. juandi 8 Mei , 2013 Reply
  14. juari 8 Mei , 2013 Reply
  15. inggrid 3 Juni , 2013 Reply

Leave a Reply