Adi Sucipto Yogyakarta

Bandara Adi Sucipto jogjakartaYogyakarta merupakan Daerah Istimewa yang kedudukannya sebagaimana propinsi lainnya di Indonesia. Sebelum Indonesia merdeka, Yogyakarta telah memiliki pemerintahan sendiri, yakni Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman.

Setelah Indonesia merdeka, Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman menggabungkan diri ke dalam NKRI dan Pemerintah RI memberikan status baru Yogyakarta sebagai Daerah Istimewa.

Yogyakarta dikenal sebagai pusat pariwisata terkenal di Indonesia selain Bali. Banyak obyek wisata di daerah ini yangΒ  menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Sebagai salah satu kota tujuan wisata utama di Indonesia,

kelengkapan sarana transportasi jelas menjadi prioritas utama yang menjadi perhatian pemerintah. Upaya tersebut di antaranya dengan menjadikan Bandara Adi Sucipto (JOG) sebagai bandara internasional sejak tahun 2004 lalu.

Bandara ini dulu dikenal sebagai Bandara Maguwo sesuai dengan letaknya yang berada di desa Maguwoharjo. Untuk mengenang peristiwa tertembaknya pesawat Dakota VT-CLA yang dikemudikan Marsekal Muda Adi Sutjipto oleh pesawat Belanda, Bandara Maguwo akhirnya berganti nama menjadi Bandara Adi Sucipto. Bandara Adi Sucipto pada awalnya digunakan untuk lapangan udara militer saja. Namun seiring waktu, bandara tersebut akhirnya digunakan pula untuk penerbangan sipil setelah berubah statusnya menjadi bandara internasional.

Sejumlah maskapai yang rute penerbangannya melalui bandara Adi Sucipto di antaranya adalah Air Asia (Kuala Lumpur), Batavia Air (Balikpapan, Batam, Jakarta/Soekarno-Hatta, Medan, Pontianak, Surabaya), Express Air (Makasar), Garuda Indonesia (Balikpapan, Denpasar, Jakarta/Soekarno-Hatta), Indonesia Air Asia (Jakarta/Soekarno-Hatta, Singapura), Kartika Airlines (Palembang), Lion Air (Balikpapan, Banjarmasin, Denpasar, Jakarta/Soekarno-Hatta, Surabaya),

Malaysia Airlines (Kuala Lumpur), Merpati Nusantara Airlines (Makasar, Bandung), Sriwijaya Air (Balikpapan, Jakarta/Soekarno-Hatta, Surabaya), Wings Air (Bandung, Surabaya). Untuk mencapai bandara ini, Anda bisa menggunakan sarana transportasi berupa bus dan kereta api.

Jumlah penumpang yang mengalami kenaikan secara signifikan dari waktu ke waktu menempatkan Bandara Internasional Adi Sucipto menjadi bandara tersibuk ketiga setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta) dan Bandara Internasional Juanda (Surabaya).

Informasi lebih lanjut mengenai bandara ini bisa Anda dapatkan melalui nomor telepon 0274 – 484261 atau datang langsung ke alamatnya di Jl. Solo Km 9 Yogyakarta.

Info Terkait :

12 Comments

  1. Anonymous 5 September , 2011 Reply
  2. Anonymous 11 September , 2011 Reply
  3. Anonymous 26 September , 2011 Reply
  4. Anonymous 1 Oktober , 2011 Reply
  5. Anonymous 18 November , 2011 Reply
  6. Anonymous 28 Desember , 2011 Reply
  7. Anonymous 20 Januari , 2012 Reply
  8. Anonymous 30 Januari , 2012 Reply
  9. Anonymous 23 Februari , 2012 Reply
  10. Anonymous 25 Februari , 2012 Reply
  11. Anonymous 9 Mei , 2012 Reply
  12. natasya 21 Oktober , 2012 Reply

Beri Komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *