Batavia Dibeli AirAsia

batavia airRaksasa maskapai penerbangan Malaysia melebarkan sayap dengan mengakuisisi saham Batavia air sampai 100%

AirAsia Berhard, maskapai asal Malaysia yang terkenal dengan konsep low cost carrier, bersama dengan rekannya PT Fersindo Nusaperkasa, pemilik 51% saham PT Indonesia Air Asia, berinvestasi US$80 juta untuk mengakuisisi maskapai Batavia Air.

CEO AirAsia Berhard Tony Fernandes mengatakan akuisisi Metro Batavia, operator Batavia Air ini karena punya potensi sinergi sangat luar biasa, dan akan berdampak positif pada Grup AirAsia, khususnya Indonesia AirAsia.

“Saya percaya sinergi ini akan menghadirkan penerbangan hemat berkualitas kelas dunia bagi masyarakat Indonesia.  Kami bersama mitra kami, Fersindo, berinvestasi US$80 juta untuk akuisisi Batavia Air,” kata Tony usai penandatangan kesepakatan akuisisi antara AirAsia Berhard, Fersindo Nusaperkasa dan Batavia Air di Jakarta, Kamis (26/7).

Tony menjelaskan akuisisi Batavia Air merupakan kesempatan fantastis bagi AirAsia untuk mempercepat rencana ekspansi maskapai di Indonesia, salah satu pasar penerbangan yang paling menarik di Asia. Hal ini juga menegaskan optimisme AirAsia terhadap potensi pertumbuhan sektor penerbangan di Indonesia.

“Kami sangat terkesan dengan pencapaian Batavia Air selama 10 tahun terakhir dan berkomitmen untuk melanjutkan apa yang telah dibangun oleh Bapak Yudiawan. Potensi sinergi ini sangat luar biasa, dan akan berdampak positif pada Grup AirAsia, khususnya Indonesia AirAsia. Saya percaya sinergi ini akan menghadirkan penerbangan hemat berkualitas kelas dunia bagi masyarakat Indonesia,” kata Tony.

CEO Fersindo Nusaperkasa yang juga Presiden Direktur PT Indonesia Air Asia Dharmadi mengatakan merujuk pada peraturan kepemilikan maskapai penerbangan sipil di Indonesia, Air Asia Berhard akan memiliki saham di Metro Batavia Group sebesar 49% dengan Fersindo, mitranya di Indonesia, sebagai pemegang saham mayoritas yaitu sebesar 51%. Fersindo juga merupakan pemegang saham mayoritas PT Indonesia AirAsia (IAA’) dengan porsi kepemilikan 51%.

“Adapun nilai pertimbangan pembelian adalah US$80 juta dan akan ditransaksikan dalam bentuk tunai,” ucapnya.

Akuisisi 100% saham Metro Batavia oleh Air Asia Berhard dan Fersindo, imbuh Dharmadi, akan dilakukan dalam dua tahap, melalui akuisisi saham mayoritas sebesar 76,95% dilanjutkan dengan akuisisi sisa saham sebesar 23,05% yang dimiliki oleh pemegang saham saat ini. Sementara itu, nilai pertimbangan pembelian 100% saham  Aero Flyer Institue (AFI), anak usaha Batavia Air yang bergerak dibidang training penerbang sebesar  US$1 juta. Akusisi diharapkan selesai pada kuartal kedua 2013, berdasarkan persetujuan regulator di Indonesia.

Dia menjelaskan akuisisi ini akan melengkapi layanan penerbangan AirAsia di Indonesia melalui Indonesia AirAsia. Saat ini, Indonesia AirAsia meraih pangsa pasar terbesar untuk penerbangan internasional di Indonesia yang didukung dengan jaringan rute domestik yang luas di seluruh Tanah Air. Akuisisi Batavia Air akan semakin memperluas jaringan rute Indonesia AirAsia di domestik sebagai feeder hub maskapai di Jakarta, Bandung, Denpasar, Medan dan Surabaya.

Setelah akuisisi dilakukan, Indonesia AirAsia akan melayani lebih dari 8 juta penumpang di 42 kota di Indonesia dan 12 destinasi internasional. Pembelian saham Batavia Air secara otomatis akan menambah jumlah armada Indonesia AirAsia. Lebih lanjut, langkah ini juga akan memberikan akses langsung ke saluran distribusi, pilot dan awak kabin berpengalaman, serta slot penerbangan di sejumlah bandara besar di Indonesia di saat industri perjalanan mengalami pertumbuhan dua digit.

Setelah akuisisi ini, jumlah saluran distribusi akan meningkat 10 kali lipat menjadi lebih dari 5.000 agen perjalanan resmi dan lebih dari 70 kantor penjualan. Dengan demikian, AirAsia dapat menjangkau lebih banyak lagi pelanggan offline sembari tetap fokus pada penjualan melalui internet.

Didirikan pada 2002, Batavia Air berhasil membangun reputasi sebagai maskapai lokal terdepan dengan rekam jejak keselamatan penerbangan yang sangat baik. Mengoperasikan armada yang terdiri dari 33 pesawat, Batavia Air secara konsisten mampu meraih pasar yang signifikan dengan melayani 41 rute penerbangan domestik, dan rute internasional diantaranya Singapura, Jeddah, Riyadh, Kuching, Dili dan Guangzhou. Sekolah penerbangan yang diakui, pusat pelatihan simulator dan fasilitas perawatan dan perbaikan pesawat milik Batavia Air juga mendukung layanan maskapai tersebut.

“Saya bangga telah membangun Batavia Air dari awal yang sederhana hingga menjadi salah satu maskapai lokal terdepan di Tanah Air. Pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia yang begitu pesat membuat saya percaya bahwa Batavia Air membutuhkan skala yang lebih besar untuk bersaing dan berkembang. Saya senang AirAsia akan membawa Batavia Air terbang lebih tinggi,” ujar Yudiawan Tansari, pemilik Batavia Air.

AirAsia, maskapai penerbangan berbiaya hemat terkemuka dan terbesar di Asia, memiliki jaringan rute terluas yaitu 150 rute yang meliputi destinasi-destinasi di Asia, Australia, dan Eropa. Dalam 10 tahun beroperasi, AirAsia telah menerbangkan lebih dari 140 juta penumpang dan menambah jumlah armadanya dari hanya dua pesawat hingga menjadi 106 pesawat.

 

sumber : bisnis.com

Info Terkait :

Leave a Reply