Maskapai Penerbangan

Citilink

Maskapai Penerbangan
Minggu, 24 April 2011 03:27

Citilink merupakan maskapai anak perusahaan Garuda yang mulai beroperasi pada tahun 2001 dengan segmentasi penerbangan bertarif murah. Pada awalnya Citilink menggunakan lima unit pesawat jenis Fokker 28. Memasuki awal tahun 2008, Citilink sempat menghentikan operasinya dengan alasan untuk melakukan konsolidasi internal.


Citilink diresmikan kembali pada bulan Agustus 2008 dengan investasi yang dikeluarkan mencapai 10 juta dollar AS. Sebulan kemudian kemudian yakni pada September 2008, maskapai ini beroperasi kembali dengan format dan layanan yang baru. Dengan menejemen baru tersebut, Citilink berusaha memberikan pelayanan secara lebih profesional dan sungguh-sungguh kepada seluruh penumpangnya. Termasuk dalam perawatan pesawat, standar yang diberlakukan sama dengan induknya, yakni maskapai Garuda Indonesia.


Hingga bulan Mei 2011, Citilink telah memiliki 32 unit armada. Terdiri dari 10 unit pesawat jenis Boeing 737-300 dan  2 unit pesawat jenis Boeing 737-400. Untuk pesawat yang masih dalam pesanan yakni 15 unit pesawat jenis Airbus A320-200 dan 10 unit pesawat jenis Airbus A320 Neo. Pembelian pesawat jenis Airbus A320 ini dinilai lebih menguntungkan karena harganya yang murah bila dibandingkan dengan Boeing 737-800 NG. Stok pesawat untuk jenis ini juga banyak tersedia sehingga pengadaannya lebih cepat terlaksana.

 

Selain itu stok pilotnya juga mudah didapatkan. Pengadaan pesawat baru ini diharapkan membuat Citilink mampu bersaing dengan maskapai lain yang juga menerapkan konsep tarif murah serta melayani rute domestik yang ada. Termasuk permintaan penerbangan dari Singapura dan  Malaysia menuju Indonesia yang peminatnya cukup besar. Selama ini rute yang dilayani Citilink memang baru penerbangan domestik. Yakni dengan kota tujuan Surabaya, Jakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Batam, Medan, Makasar, dan Denpasar.


Jika Anda berminat menggunakan Citilink sebagai sarana transportasi udara, informasi lebih lanjut bisa Anda dapatkan di kantor pusatnya di Gedung Graha Pena Lt. 20, Jl. Ahmad Yani 88, Surabaya. Untuk reservasi bisa Anda lakukan di line telepon 0804-1-080808 atau (031)5053763. Sedangkan line telepon untuk customer servicenya adalah (031)829307172. Anda juga bisa mendapatkan informasi lainnya dengan mengunjungi websitenya di: http://www.citilink.co.id

 

Merpati Airlines

Maskapai Penerbangan
Minggu, 24 April 2011 03:27

Merpati Nusantara Airlines merupakan salah satu maskapai nasional yang khusus melayani penerbangan domestik, berdiri pada tanggal 6 September 1962. Maskapai yang memiliki kode penerbangan MZ ini berdiri berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 19 tahun 1962 mengenai pendirian Perusahaan Negara (PN) perhubungan udara daerah dan penerbangan serba guna.

Pada awalnya, Merpati Nusantara Airlines hanya memiliki enam pesawat dan melayani penerbangan yang menghubungkan tempat-tempat terpencil di wilayah Kalimantan. Selain itu keberadaan maskapai ini juga dikhususkan untuk mengemban tugas-tugas pemerintahan semata. Namun akhirnya pada tahun 1966, Merpati Nusantara Airlines mulai melayani penerbangan komersil. Termasuk penerbangan internasional dengan rute Kuala Lumpur dan Darwin. Meskipun demikian, penerbangan perintis tetap saja dijalankan.


Pada tahun 1972 pemerintah mengeluarkan PP No. 30 Tahun 1978 yang mengharuskan Merpati Nusantara Airlines mengalihkan modalnya ke Garuda Indonesia sehingga maskapai ini akhirnya menjadi anak perusahaan Garuda Indonesia. Keberadaannya sebagai anak perusahaan Garuda Indonesia menumbuhkan pola hubungan yang saling sinergis. Yakni saling melengkapi dan saling mengisi. Merpati Nusantara Airlines tetap saja melayani penerbangan perintis, transmigrasi, lintas batas, angkutan barang, maupun tujuan wisata.


Dari segi keamanan dan keselamatan penerbangan, Merpati  Nusantara Airlines mendapatkan penilaian kurang karena dinilai memiliki rekor keselamatan yang buruk bila dibandingkan dengan maskapai Indonesia lainnya. Bahkan pernah beberapa kali masuk daftar hitam Uni Eropa. Selain itu, masalah finansial serta kekacauan di tubuh internal sempat membuat Merpati Nusantara Airlines jatuh bangun. Kondisi ini semakin parah ketika terjadi krisis ekonomi tahun 1997 dan Merpati Nusantara Airlines memutuskan untuk melepaskan diri dari Garuda Indonesia. Maskapai tersebut semakin terpuruk dan hutangnya kian melambung melampaui aset yang dimiliki.


Memasuki tahun 2007, Merpati Nusantara Airlines mulai melakukan revitalisasi dan modernisasi armadanya. Yakni dengan memesan 14 pesawat Xian MA60 dari China. Hingga kini maskapai tersebut telah memiliki armada sejumlah 42 unit. Namun demikian, sejumlah kecelakaan maut tetap saja mengiringi perjalanan maskapai tersebut.  Di antaranya kecelakaan di pegunungan Papua (pesawat Twin Otter) pada tahun 2009 dan di perairan Kaimana (pesawat Xian MA60) yang menewaskan seluruh penumpangnya.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai Merpati Nusantara Airlines, bisa menghubungi kantor pusatnya di Jl. Angkasa Blok B-15 Kav. 2-3, Jakarta 10720, telepon 021-6548888. Atau bisa juga mengunjungi websitenya: http://www.merpati.co.id/

 

Value Air

Maskapai Penerbangan
Minggu, 24 April 2011 03:27

Maskapai Value air

 

Mandala Airlines

Maskapai Penerbangan
Minggu, 24 April 2011 03:27

Mandala Airlines pada awalnya merupakan satu-satunya maskapai non pemerintah yang melayani penerbangan komersil. Maskapai yang memiliki kode penerbangan MDL dan berdiri pada tahun 1969 ini kini dibeli oleh Indigo Partners dan Cardig International sejak tahun 2006 lalu. Indigo Partners dan Cardig International melihat potensi  besar yang dimiliki oleh Mandala Airlines, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Kedua perusahaan tersebut merupakan kelompok usaha yang sudah cukup berpengalaman di bidang transportasi udara, jasa kurir, kargo, maupun logistik. Kesempatan inilah yang dimanfaatkan oleh Mandala Airlines untuk memperkuat brand image-nya sebagai maskapai penerbangan nasional yang modern, menawarkan kenyamanan dan keamanan serta berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang namun tetap dengan tarif yang terjangkau.

Masalah keamanan memang telah menjadi prioritas maskapai ini. Sejumlah audit pun dilakukan oleh Mandala Airlines agar bisa mendapatkan standar keselamatan penerbangan internasional, baik sertifikasi IOSA  maupun IATA.

Sayangnya, masalah finansial sempat mengguncangkan tubuh Mandala Airlines. Pada tanggal 12 Januari 2011 maskapai ini berhenti beroperasi karena terjebak hutang sebesar Rp. 800 miliar kepada 271 kreditur. Beruntung pada bulan berikutnya, para kreditur menyetujui upaya merestrukturisasi hutang Mandala Airlines ke dalam bentuk saham. Akhirnya pada bulan Juni 2011, maskapai ini bisa beroperasi kembali. 51% sahamnya kini dikuasai oleh PT. Saratoga Investment Group, 33% dikuasai oleh Tiger Airways (Singapura), sisanya sebesar 16% tetap dipegang oleh pemilik saham yang lama serta para kreditur.


Mulai 16 Januari 2009, Mandala Airlines menerapkan kebijakan one-single aircraft policy. Yakni hanya mengoperasikan satu jenis pesawat saja berupa Airbus A320 berkapasitas 180 kursi dan Airbus A319 berkapasitas 144 kursi. Pesawat jenis Airbus selain dikenal canggih juga memiliki teknologi yang ramah lingkungan dan lebih efisien bahan bakar.


Sekarang ini Mandala Airlines ini telah melayani rute penerbangan di lebih dari 20 kota besar di Indonesia. Sebagian besar merupakan wilayah Indonesia bagian barat seperti Alor, Flores, Kupang, dan Ende. Selama ini wilayah tersebut memang kurang diminati oleh maskapai penerbangan lainnya. Untuk rute penerbangan internasional yang sudah dilayani adalah Jakarta-Singapura, Jakarta-Macau, dan Jakarta-Hongkong. Informasi lebih lanjut bisa Anda dapatkan di kantor PT. Mandala Airlines, Jl. Tomang Raya Kav. 33-37, Jakarta, telepon 021-5665434 atau melalui websitenya di: http://www.mandalaair.com/

 

Wings Air

Maskapai Penerbangan
Minggu, 24 April 2011 03:27

Wings Air mulai beroperasi pada tanggal 13 Juni 2003. Kepemilikan sahamnya 100% dikuasai oleh Lion Air. Sejumlah rute penerbangan domestik yang telah dilayani maskapai ini antara lain Denpasar, FakFak, Jakarta, Malang, Lhokseumawe, Nagan Raya, Luwuk, Manado, Mataram, Medan, Melonguane, Yogyakarta, Ende, Gunung Sitoli, Pomalaa, Sibolga, Silangit, Maumere, Labuan Bajo, Tanjung Pinang, Tual, Mamuju, Kota Baru, Labuha, Sumbawa, Buli, Bau-Bau, Nabire, Palembang, Natuna, Tobelo, Tambolaka, Bima, Pekanbaru, Sorong, Ternate, Makassar, Merauke, dan Bandung.

Pada tanggal 7 Maret 2011 lalu Wings Air juga membuka rute penerbangan dengan kota tujuan Malang-Denpasar. Untuk rute penerbangan internasional yang sudah dibuka yakni Penang dan Malaka (Malaysia).


Hingga kini, Wings Air telah memiliki 21 armada. 12 di antaranya adalah pesawat berjenis ATR 72-500, 2 unit pesawat jenis DHC Dash 8-301, 6 unit pesawat jenis Mc Donnell Douglas (MD-82), 1 unit pesawat jenis Mc Donnell Douglas (MD-83). Sebagai komitmen Wings Air untuk meningkatkan kualitas pelayanannya kepada penumpang, pada bulan Pebruari 2011 Wings Air memesanan 15 unit pesawat jenis ATR 72-500 kepada An Alenia Aeronoutica and EADS Joint Venture. Untuk mendapatkan investasi dana senilai Rp. 5,8 triliun ini, Wings Air bekerja sama dengan Bank BNI dan Bank CACIB Perancis.

Dengan pemesanan 15 unit pesawat tersebut, Wings Air memastikan dirinya sebagai maskapai pengguna terbesar pesawat jenis ATR 72-500 di Asia Tenggara. Selama ini Wings Air telah menggunakan pesawat jenis ATR 72-500 untuk melayani rute penerbangan domestik di pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, serta beberapa negara tetangga lainnya. Wings Air pertama kalinya mengoperasikan pesawat tersebut pada bulan Januari 2010.

Pesawat jenis ATR 72-500 memang dinilai sangat cocok untuk melayani rute penerbangan di daerah terpencil. Walhasil pesawat ini menjadi populer di Indonesia karena kontribusinya dalam mengembangkan bisnis dan pariwisata di tanah air. Termasuk juga perannya sebagai sarana transportasi udara sehingga bisa menghubungkan antar pulau di Indonesia.


Selama ini Wings Air memang dikenal sebagai salah satu satu maskapai domestik yang bertarif murah. Meskipun demikian, Wings Air tetap berkomitmen untuk bisa melengkapi dirinya dengan armada baru sehingga bisa melayani rute penerbangan ke seluruh pelosok tanah air.

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Selanjutnya > Akhir >>

Halaman 1 of 4

Tiket Pesawat Internasional

Partner

http://karimunjawa.com/templates/getreserved/images/Shape5_GetReserved_logo.png