Bandar Udara

Hang Nadim Batam

Bandar Udara
Kamis, 25 Agustus 2011 14:26

bandara hang nadiim batamBatam merupakan kota terbesar di Kepulauan Riau yang perkembangannya sangat pesat. Letak kota Batam sangat strategis karena berada pada jalur pelayaran internasional serta sangat dekat dengan Singapura dan Malaysia. Pada masa penjajahan, kota Batam menjadi ajang pertempuran untuk mengusir penjajah di bawah komando Laksamana Hang Nadim. Kepahlawanan Laksamana Hang Nadim kemudian diabadikan menjadi nama bandar udara di Batam, yakni Bandara Internasional Hang Nadim (BTH). Bandara ini mulai beroperasi sejak tanggal 9 Agustus 1965 namun pada waktu itu hanya melayani rute penerbangan domestik saja. Untuk rute penerbangan internasional baru dibuka pada tanggal 1 Januari 1994. Jumlah penerbangan yang mampu dilayani pada waktu itu sejumlah 250 kali penerbangan setiap minggunya.


Pembangunan Bandara Hang Nadim ditujukan untuk meningkatkan efektifitas jalur transportasi yang menghubungkan Kepulauan Riau dengan pulau-pulau di sekitarnya, khususnya Singapura. Selama ini jalur transportasi tersebut menggunakan kapal feri. Semakin lama keberadaan kapal feri dinilai kurang efektif sehingga keberadaan sarana transportasi udara menjadi keniscayaan karena dinilai mampu lebih mempersingkat jarak tempuh. Keberadaan Bandara Hang Nadim diharapkan bisa menjadi alternatif penerbangan selain Bandara Changi Singapura. Apalagi Bandara Hang Nadim memiliki landasan pacu yang panjang. Bahkan termasuk 10 bandara di Indonesia yang memiliki landasan pacu terpanjang. Dengan kapasitas tersebut, Bandara Hang Nadim mampu menampung pesawat jenis Boeing 747.


Adapun maskapai yang melayani rute penerbangan melewati Bandara Hang Nadim antara lain Batavia Air (Bandar Lampung, Jakarta/Soekarno-Hatta, Medan, Padang, Palembang, Pekanbaru, Pontianak, Surabaya, Yogyakarta), Firefly (Kuala Lumpur, Subang), Garuda Indonesia (Jakarta/Soekarno-Hatta), Citilink (Jakarta/Soekarno-Hatta, Surabaya), Kartika Airlines (Jakarta/Soekarno-Hatta, Jambi, Medan, Padang, Palembang, Pangkal Pinang), Lion Air (Jakarta/Soekarno-Hatta, Medan, Pekanbaru, Surabaya), Merpati Nusantara Airlines (Bandung), Sriwijaya Air (Jakarta/Soekarno-Hatta, Jambi, Medan, Surabaya, Padang, Penang), Trigana Air Service (Natuna, Surabaya).


Sejumlah fasilitas yang tersedia di Bandara Hang Nadim antara lain ATM, wartel, mini markte, restoran, kafe, bank, shopping arcade, waving arcade, kantor pos, money changer, dan bank. Jika Anda hendak menuju ke Bandara Hang Nadim, sarana transportasi publik yang bisa Anda gunakan adalah taksi dan bus DAMRI. Informasi lebih lanjut mengenai Bandara Hang Nadim bisa Anda dapatkan di line telepon 0778-761507.


 

Sultan Iskandar Muda Banda Aceh

Bandar Udara
Kamis, 25 Agustus 2011 14:25

Bandara Sultan Iskandar Muda AcehBanda Aceh sebelumnya bernama Kutaraja. Namun pada tanggal 28 Desember 1962 Kutaraja berganti nama menjadi Banda Aceh. Kota ini merupakan ibu kota Daerah Istimewa Aceh yang kemudian berubah menjadi Nangroe Aceh Darussalam. Satu-satunya bandar udara yang terdapat di kota ini adalah Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (BTJ). Bandara ini terletak di Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, berjarak sekitar 16 Km dari pusat kota Banda Aceh. Nama Sultan Iskandar Muda sendiri diambilkan dari nama raja besar yang pernah berkuasa di Kerajaan Aceh, yakni Sultan Iskandar Muda. Bandara Sultan Iskandar Muda merupakan salah satu bandara di tanah air yang pengelolaannya diserahkan kepada PT. Angkasa Pura II.


Sejumlah maskapai yang melayani rute penerbangan melalui Bandara Sultan Iskandar Muda antara lain Air Asia (Kuala Lumpur), Batavia Air (Jakarta, Medan), Cardig Air (Jakarta), Firefly (Penang), Garuda Indonesia (Jakarta, Medan, Jeddah), Lion Air (Jakarta, Medan), Sriwijaya Air (Medan), Susi Air (Nagan Raya). Adapun jenis pesawat yang bisa mendarat di bandara ini yakni Airbus, Antonov, ATR, Boeing, DHC, CASA, Douglas, Embraer, Fokker, Ilyushin, dan McDonnell Douglas.


Bandara Sultan Iskandar Muda memiliki tiga terminal utama, yaitu terminal domestik berkapasitas 1.300 penumpang, terminal internasional berkapasitas 640 penumpang, dan terminal kargo. Sewaktu tsunami mengguncang Samudra Hindia pada tahun 2004, bandara ini sempat mengalami sejumlah kerusakan yang cukup parah. Khususnya kerusakan di bagian Air Traffic Control (ATC) serta landing system. Akibat kerusakan tersebut, bandara ini sempat tidak bisa beroperasi selama hampir tiga jam. Namun begitu kerusakan bisa diatasi, bandara akhirnya bisa difungsikan sebagai basis pengiriman bantuan dan obat-obatan untuk menjangkau daerah-daerah yang terisolir akibat bencana.


Bandara Sultan Iskandar Muda menyediakan sejumlah fasilitas umum untuk penumpang, yakni restoran, hotel, sarana kesehatan, bank, dan kantor pos. Adapun sarana transportasi yang bisa Anda gunakan untuk sampai ke bandara tersebut berupa taksi dan mobil sewa. Informasi lebih lanjut mengenai Bandara Sultan Iskandar Muda bisa Anda dapatkan di nomor telepon 0651-21341, 635352 atau langsung di alamat kantornya, Jl. Banda Aceh, Blang Bintang.

 

Adi Sumarmo Solo

Bandar Udara
Senin, 15 Agustus 2011 01:53

Bandara Adi Sumarmo Solo Solo merupakan salah satu kota penting yang berada di Propinsi Jawa Tengah. Bagian timur kota ini dilewati oleh Sungai Bengawan Solo. Sebelum Indonesia merdeka, kota tersebut menjadi bagian dari Kesultanan Mataram. Akibat perpecahan di tubuh kesultanan, di kota Solo sempat berdiri dua buah keraton. Yakni Kasunanan Surakarta dan Praja Mangkunegaran. Oleh karena itu kota Solo dikenal pula dengan istilah Surakarta. Setelah Indonesia merdeka, kota Solo berubah menjadi Daerah Istimewa Surakarta yang kedudukannya setingkat dengan propinsi. Namun tak berapa lama kemudian kedudukan tersebut dihapuskan seiring dengan berkembangnya gerakan anti monarki di Surakarta.

Pada tahun 1950 Surakarta menjadi kota di bawah administrasi Propinsi Jawa Tengah. Baru setelah adanya hak otonomi daerah, Surakarta akhirnya berstatus menjadi kota otonom.
Kota Solo memiliki satu buah bandar udara internasional, yakni Bandara Adi Sumarmo (SOC) yang terletak di Kabupaten Boyolali, berjarak 14 Km dari pusat Kota Solo. Selain melayani penerbangan komersil, bandara ini juga difungsikan sebagai pangkalan TNI AU. Adapun untuk pengelolaan bandara diserahkan kepada PT. Angkasa Pura I.


Sejumlah maskapai yang beroperasi di bandara ini antara lain Garuda Indonesia (Jakarta), Sriwijaya Air (Jakarta), Lion Air (Jakarta), Batavia Air (Jakarta), Sky Aviation (Surabaya, Bandung), Silk Air (Singapura), dan Air Asia (Kuala Lumpur). Bandara ini juga melayani penerbangan jamaah haji karena Solo menjadi kota embarkasi haji untuk wilayah Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.


Bandara Adi Sumarmo memiliki empat buah terminal, terdiri dari dua buah terminal penumpang dan dua buah terminal kargo. Selain itu, bandara ini juga memiliki 11 lapangan parkir pesawat terbang. Untuk layanan kargo, fasilitas yang diberikan berupa kawasan berikat, tempat karantina hewan, fasilitas kesehatan, peralatan sinar X, GPU, kursi roda, dan sabuk berjalan kargo. Fasilitas umum yang tersedia di bandara ini antara lain berupa bank dan telepon.


Untuk menuju Bandara Adi Sumarmo, satu-satunya sarana transportasi publik yang bisa Anda gunakan adalah taksi. Informasi lebih lanjut mengenai bandara tersebut bisa langsung Anda dapatkan di alamat kantornya, yakni Jl. Bandara Adisumarmo–Surakarta, atau melalui line telepon (0271)780715, 780714, 780400.


 

Hasanuddin Makassar

Bandar Udara
Senin, 15 Agustus 2011 01:39

Bandara Internasional HasanuddinSebelum jatuh ke tangan VOC, Makasar sudah berkembang menjadi kota niaga yang maju di dunia dan termasuk kota terbesar ke-20 di dunia. Jumlah penduduknya pun sangat padat. Yakni lebih dari 100 ribu jiwa, melebihi jumlah penduduk kota  Amsterdam. Begitu Makasar dikuasai VOC, Bandar Makasar akhirnya ditutup dari perdagangan asing. Akhirnya para pedangan yang biasanya melakukan aktifitas perdangan di Bandar Makasar akhirnya berpindah ke pelabuhan lainnya. Itulah awal titik kemunduran kota Makasar.

Kondisi ini mulai berubah ketika pemerintah kolonial Hindia Belanda menggantikan kedudukan VOC. Makasar perlahan bisa bangkit dari keterpurukannya. Begitu Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya, Makasar dijadikan sebagai ibu kota propinsi Sulawesi Selatan. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, nama Makasar sempat dirubah menjadi Ujung Pandang. Namun kemudian kembali berganti menjadi Makasar.

Makasar memiliki sebuah bandar udara internasional, yakni Bandara Internasional Hasanuddin (UPG) yang terletak 30 km dari kota Makasar. Bandara ini pada awalnya dibangun oleh pemerintahan Belanda pada tahun 1935 dengan menggunakan nama Lapangan Terbang Kadieng. Pada masa itu konstruksi lapangannya masih berupa rumput. Baru pada tahun 1937 bandara ini resmi digunakan untuk penerbangan komersil. Penerbangan perdana dilakukan oleh pesawat jenis Douglas D2/F6 dengan rute penerbangan Surabaya-Makasar.

Begitu Jepang berkuasa,Lapangan Terbang Kadieng berganti nama menjadi Lapangan Terbang Mandai. Konstruksi lapangan pun diperbaiki dengan menggantinya dengan konstruksi beton. Setelah pemerintah Sekutu mengambil alih, dibangunlah landasan baru dengan konstruksi onderlaag.


Setelah Indonesia merdeka, pengelolaan bandara ini diserahkan kepada PT. Angkasapura I. Meskipun sebagai bandara internasional, Bandara Hasanuddin sempat tidak terdapat rute penerbangan internasional sama sekali dalam kurun waktu tahun 2006-2008. Khususnya ketika maskapai Garuda Indonesia mengalami kerugian finansial. Kemudian disusul Malaysia Airlines yang juga menutup rute penerbangan internasionalnya ke Bandara Hasanuddin. Baru kemudian pada tanggal 25 Juli 2008 rute penerbangan internasional dibuka kembali ketika Air Asia mulai melayani rute penerbangan Makasar-Kuala Lumpur.


Maskapai yang melayani rute penerbangan melalui Bandara Hasanuddin antara lain Air Asia, Batavia Air, Dirgantara Air Service, Garuda Indonesia, Indonesia Air Transport, Lion, Merpati Nusantara Airlines, Sriwijaya Air, Trigana Air Service, Expressair, Kartika Airlines, Wings Air, dan Citilink.


Bandara Hasanuddin terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanannya. Salah satunya dengan membangun terminal baru yang berkapasitas 7 juta penumpang setiap tahunnya. Untuk mencapai bandara ini Anda bisa menggunakan taksi maupun shuttle bus bandara. Informasi lebih lanjut bisa Anda dapatkan di nomor telepon 062(0411)550123, 553082, 553083 atau datang ke alamatnya di Jl. Bandar Udara Hasanuddin, Mandai, Makassar.

 

Polonia Medan

Bandar Udara
Senin, 15 Agustus 2011 01:37

Bandara Polonia medanMedan sebagai ibu kota Propinsi Sumatera Utara memiliki letak yang strategis karena menjadi pintu gerbang untuk menuju beberapa obyek wisata terkenal semisal Brastagi (dataran tinggi Karo) maupun danau Toba. Medan sebagai kota terbesar di Pulau Sumatera juga memiliki sejumlah obyek wisata yang patut diperhitungkan. Misalnya saja Istana Maimun, Masjid Raya Medan, serta beberapa gedung yang berarsitektur klasik khas Belanda semisal Titi Gantung atau Menara Air yang sangat terkenal itu.


Medan juga memiliki sebuah bandar udara internasional, yakni Bandara Polonia (MES) yang berjarak sekitar 2 km dari pusat kota Medan. Sebelum dibangun menjadi bandara, kawasan ini sebenarnya merupakan area perkebunan tembakau milik Baron Michalsky, seorang warga negara Polandia. Michalsky mendapatkan konsesi atas lahan perkebunan tersebut dari Pemerintah Belanda. Ia akhirnya menamakan kawasan itu menjadi Polonia, sesuai dengan nama salah satu daerah di negara asalnya.

Setelah konsesi atas lahan berpindah tangan kepada Deli Maatschappij pada tahun 1879, dibangunlah lapangan terbang pertama di Medan. Pembangunan ini berawal dari kabar kedatangan Van Der Hoop, penerbang asal Belanda, yang akan menerbangkan pesawat kecil berjenis Fokker di wilayah kekuasaan Hindia Belanda. Bandara Polonia akhirnya selesai dibangun dan resmi dibuka baru pada tahun 1928.


Seiring dengan waktu, jumlah penumpang bandara ini terus bertambah, baik untuk penumpang domestik, penumpang internasional maupun jasa kargo. Ada dua terminal yang disediakan untuk memperlancar arus penerbangan, yakni terminal kedatangan dan terminal keberangkatan. Maskapai yang rute penerbangan domestiknya melalui Bandara Polonia antara lain Indonesia Air Asia, Batavia Air, Garuda Indonesia, Kartika Airlines, Lion Air, Mandala Airlines, Merpati Nusantara Airlines, Riau Airlines, Sriwijaya Air, dan Susi Air. Untuk rute penerbangan internasional antara lain maskapai Indonesia Air Asia, Valuair, Lion Air, Malaysia Airlines, Firefly, Silk Air, dan Sriwijaya Air.


Sarana transportasi yang bisa digunakan untuk mencapai Bandara Polonia, antara lain taksi dan angkutan umum. Sejumlah fasilitas yang disediakan di bandara tersebut antara lain ATM, wartel, mini market, restoran, kafe, bank, shopping arcade, money changer, dan waving gallery. Informasi mengenai bandara ini bisa Anda dapatkan dengan menghubungi nomor telepon (061)4565777–4557227 atau datang langsung ke alamatnya di Jl. Imam Bonjol Medan.

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Selanjutnya > Akhir >>

Halaman 3 of 5

Tiket Pesawat Internasional

Partner

http://karimunjawa.com/templates/getreserved/images/Shape5_GetReserved_logo.png